Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Surat Pembaca Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English
PROGRAM
Layanan
Pendukung
Program Khusus

 

 

    Features

Lauje Siavu Suku Kabut

 

Siavu berarti samar-samar. Ini karena puncak pegunungan ini selalu diliputi awan sepanjang waktu, sulit terlihat. Pada akhirnya Lauje Siavu identik dengan mereka yang masih mendiami dataran tinggi, tak terlihat, terasing, dan terbelakang. Mereka masih menjalankan kehidupan suku-suku kuno melintasi masa kini.
 
Lauje Suku Kabut
 
Lauje Siavu
Kepala Suku Lauje Siavu Kombe
 

Kombe berlari menuruni bukit terjal di depan rumahnya, ia segera menyambut tangan Doni dan Rani. Dengan Bahasa Indonesia terpatah-patah, sangat emosional, sang kepala suku berkata, ”Kami sudah lama menunggu kalian, kami telah menyiapkan tanah dan rumah besar yang baru, tetapi rumah itu sekarang sudah roboh karena kalian terlalu lama!” 

"Sekarang kami sudah sampai,” jawab Doni membalas salam kepala suku. Percakapan di antara kabut di satu sisi gunung itu telah menjadi kata kunci yang ajaib, yang membukakan pintu bagi perubahan dalam hidup Lauje Siavu. 

Dulu sekali, pernah ada orang asing yang datang ke sini, ia menyuruh Orang Lauje untuk mendirikan sebuah rumah besar untuk ia akan mengajar. Tapi orang asing itu kemudian pergi dan tak kunjung kembali. Namun Kombe tetap setia menanti, meski waktu jua yang akhirnya mengubur rumah itu rata dengan tanah.

Kombe adalah generasi ke sekian yang telah bersabar menanti, seperti generasi sebelumnya ia pun tetap setia dan menolak beberapa kebudayaan dan pengajaran yang dibawa orang luar yang datang ke desa mereka. “Pada waktunya nanti kamu akan tahu sendiri saat bertemu dengan orang yang tepat,” ulang Kombe menuturkan pesan leluhurnya.

Wajah Kombe menyiratkan suatu kebanggaan yang amat sangat. Hal yang telah dinubuatkan oleh para tua-tua Suku Lauje di masa silam dan yang telah diceritakan secara turun-temurun, akhirnya terwujud pada zamannya. Ia sangat merasa bangga bisa mengantarkan suku yang dipimpinnya kepada keselamatan dan peradaban baru yang jauh lebih maju.

Kombe adalah kepala Suku Lauje yang berdiam di pegunungan sepanjang Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, ia memimpin tiga kelompok klan, seluruhnya empat puluh empat keluarga terdiri dari dua ratus enam orang dewasa dan anak-anak yang masih berjalan dengan peradaban kuno menyusuri masa kini.

 

lauje suku kabut

Kini setiap pagi sekitar 40 Anak Lauje usia sekolah berlari beriringan menuruni puncak-puncak gunung untuk tiba di sekolah yang didirikan Doni dan Rani.  Wajah mereka tampak ceria dengan selembar buku dan sebuah pena di dalam kantong plastik yang dirangkul di dada. Sekolah darurat Doni dan Rani berdiri sendirian di lereng gunung di bibir lembah yang dalam. 

Sekolah itu mengajar banyak hal secara informal, ada pelajaran pola hidup sehat yang mengajarkan bagaimana menggosok gigi, mandi dengan sabun, mencuci pakaian, hingga menggunting rambut dan kuku, lalu belajar membaca dan menulis, latihan memegang pensil, kemudian meningkat dengan pelajaran matematika dasar dan ilmu pengetahuan alam. “Tidak mudah mengajar mereka secara formal pada awalnya, selain tidak berbahasa Indonesia mereka pun belum mengenal budaya tulis-menulis, bayangkan memegang pensil saja mereka tidak bisa, apalagi menulis,” Doni mengisahkan. 

Mereka sangat antusias dengan sekolah, ketika awal dibuka anak-anak sampai orang tua ikut serta. Mereka ingin sekolah seprti orang-orang di dataran rendah.

“Semasa kecil saya, dimana semua orang masih memakai pakaian yang dibuat dari kulit kayu, orang tua saya bercerita bahwa suatu saat nanti akan datang orang-orang dari tempat yang sangat jauh yang akan membawa perubahan dan keselamatan kepada kita,” cerita Kombe.

“Saya senang, karena akhirnya ada sekolah di sini, dan anak-anak bisa belajar banyak hal, begitu juga dengan semua orang Lauje di gunung ini,” kepala suku dengan terbata berbicara dalam Bahasa Indonesia bercampur Lauje. (tony)

 

 

 
........................................................................................
 
 
TORAJA: Bapak Pendidikan bagi Simbuang

 

 
 
 
 
 
 
 FUNTRIP TO OUR LOCATION ARROUND INDONESIA
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.