pesat.org
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
 
Language Selection
Switch to English
 
 
Saksikan Video Dokumenter pelayanan PESAT Papua pada Suku Mek dan Suku Mamberamo >>
 
 
ON THE SPOT
pesat future center - herlina - skouw papua
RUMAH PANGGUNG SUKU SKOUW BERADA TAK JAUH DARI PANTAI.. BACA KISAH HERLINA AUPARAY (9) ANAK PEREMPUAN PAPUA DENGAN PERGUMULAN HIDUPNYA.. READ MORE>>
 
devi pronojiwo
SEBUAH PEDUKUHAN PALING PELOSOK DI KAKI PEGUNUNGAN BROMO - TENGGER DI JAWA TIMUR. UJUNG DESANYA BERBATASAN DENGAN JURANG DAN HUTAN. DISINILAH DEVI TINGGAL, IA BERCITA-CITA MENJADI GURU.. READ MORE >>
 
adven krisna
Kami mengunjungi rumah salah satu anak binaan Future Center  di desa Dahana, Nias. Seorang anak perempuan menyambut kami dari dalam rumah yang sederhana, senyumnya manis tapi sayang giginya hitam. read more>>
 

 

 
MEWUJUDKAN MIMPI  

Pelukis Batu Purwosari

 
 
Priyanto dan sang ayah si pemecah batu
PURWOSARI - JAWA TENGAH

 

Ketika kami mengunjungi Priyanto dalam satu perjalanan pulang sekolah, kami tanya: Bagaimana perasaaanmu kalau putus sekolah? Ia menjawab, “Sedih”. Lalu kami tanya lagi: Kenapa? Ia menjawab,  “Karena tidak bisa meraih cita-cita”.

 

Keringat bercucuran membasahi tubuh kurus berotot laki-laki paruh baya itu. Berulang-ulang ia mengangkat palu besar lalu menghantamkannya ke batu kali yang lebih besar dari ukuran tubuhnya sendiri.

Melihatnya saja aku sudah ngilu, bagaimana pria kecil ini bisa melakukan pekerjaan seberat itu dengan alat yang masih sederhana? Tapi batu itu pun terbelah menjadi bagian-bagian kecil yang kemudian ia kumpulkan untuk dijual. Seorang anak lelaki masih berpakaian seragam memanggilnya, tak lama kemudian ia pun naik dan merangkul bocah lelaki kecil itu bersamaan mereka memasuki rumah papan yang sangat sederhana.

Dusun Purwosari di kabupaten Boyolali, penduduknya cukup heterogen, namun  hidup dalam kerukunan. Memasuki pedukuhan kita melewati kebun-kebun tembakau, sebagian besar penduduk adalah petani tembakau dan penambang batu kali.
Dahulu dusun ini masuk dalam kategori dusun termiskin, sehingga banyak anak-anak malnutrisi sejak dalam kandungan, lalu lahir dengan daya pikir yang lamban. Namun keadaannya kini semakin membaik seiring dengan bertumbuhnya ekonomi masyarakat, namun tetap masih ada keluarga yang belum terbebas dari kemiskinan.

priyanto dan lukisannya "si pemecah batu"
PRIYANTO DAN LUKISANNYA: "SI PEMECAH BATU PURWOSARI"

Kami pun menuju rumah Priyanto salah satu anak di dusun Purwosari  bocah laki-laki berumur 10 tahun ini tinggal di rumah sederhana bergaya joglo khas pedesaan Jawa Tengah, rumah kayu ini lantainya masih tanah dan langit-langitnya masih belum tertutup rapi, keluarga Priyanto hidup sangat sederhana.

Sesaat kami pun larut dalam perbincangan dengan Kasmin, sang ayah, ia baru saja pulang dari ladang untuk menanam benih sayur, musim panen telah lewat tetapi Kasmin tetap ke kebun untuk menanam kembali bibit-bibit baru, selain menanam sayur ia juga menanam tembakau yang dimana ini adalah tanaman khas dusun Purwosari, tak lama ia pun lalu istirahat sebentar di sebuah bangku usangnya sebelum kembali melanjutkan dengan menambang batu di kali.

Di sela-sela pekerjaan berkebun Kasmin juga seorang penambang batu , ia mencari batu besar, memukul hingga menjadi pecahan batu kecil, mengangkat, lalu menyusun batu-batu tersebut untuk dijual. Kasmin sungguh bekerja keras untuk keluarganya.

Priyanto sangat bangga pada sang ayah, Kasmin adalah pahlawan bagi keluarganya. Ketika Future Center* mengundangnya untuk datang ke Jakarta menemui para Sahabat PESAT*.  Ia pun datang dengan lukisan yang dibuat dari crayon, gambarnya adalah Kasmin sang ayah yang sedang memecahkan batu-batu besar.

Priyanto sangat hobby menggambar sehingga hasil gambarnya pun terlihat bagus.  “Aku senang bisa jalan-jalan di kota Jakarta,” ucapnya polos saat ditanya dihadapan 200an orang Sahabat PESAT. Priyanto memang anak bukanlah anak yang pemalu sehingga ia pun dengan lugas bercerita tentang hidupnya sehari-hari.  Pengalaman kali ini memotivasi Priyanto untuk punya tekad kuat meraih cita-cita.

Ketika kami mengunjungi Priyanto di kampungnya dalam satu perjalanan pulang sekolah, kami tanya: Bagaimana perasaaanmu kalau putus sekolah? Ia menjawab, “Sedih”. Lalu kami tanya lagi: Kenapa? Ia menjawab,  “Karena tidak bisa meraih cita-cita”.


___________________________

*Future Center adalah program pembinaan dan beasiswa bagi anak usia 4-20 tahun, dan bertujuan untuk menolong tumbuh-kembang anak desa secara holistik sehingga memiliki masa depan cerah. Bentuk pelayanannya berupa bimbingan belajar, pembinaan mental-spiritual, bermain, pemberian makanan bergizi, vitamin, dan pemeriksaan kesehatan. Future Center juga adalah program beasiswa, membiayai anak-anak untuk dapat melanjutkan dan menyelesaikan pendidikannya.

more about future center: klik link ini

Priyanto menunjukkan lukisan pada ibu dan adiknya

 

priyanto  di atas batu memerhatikan sang ayah
PRIYANTO MENEMANI SANG AYAH BEKERJA

 

 

 
 
 
 
 
 
 

Photo: Feby Lentina (c)2014. All rights reserved

 
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.