header traveller
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
 
Language Selection
Switch to English

 

catatan perjalanan:

traveller- catatan perjalanan ke lembah baliem

 

Traveller -  catatan perjalanan ke Nias

 

Mahakam

 

Traveller Boyolali Highland

 

 
CATATAN PERJALANAN  

Toraja, Land of the Death

 
Toraja
TANA TORAJA, 13 FEB 2013

 

Dinding batu itu tegak menjulang, puncaknya sampai ke awan. Rumah-rumah kayu berhias tanduk kerbau tersimpuh di kakinya. Pagi itu sungai mengalir diantara ribuan teras-teras sawah dengan padi-padi yang tunduk menguning.

 

Terletak di 320 kilometer sebelah Utara Makassar, Sulawesi Selatan, Tana Toraja adalah dataran tinggi yang subur, desa-desa mereka berdiri di perbukitan diantara tebing-tebing karst yang menjulang tinggi.

Desa-desa asli Orang Toraja, dimana Tongkonan, rumah adat mereka yang unik dengan lumbung padi berasitektur serupa berjejer di sepanjang jalan yang meliuk naik-turun. Ini bulan Pebruari, musim panen padi di seluruh daratan Toraja. Penduduk nampak sibuk, ada yang  menjemur padi di halaman sementara yang lain  berusaha memasukkan hasil panen ke dalam lumbung.

Tiba di sebuah lembang (di Toraja lembang berarti desa) bernama Palipu, masih di gapura lembang kami sudah mendengar suara anak-anak usia 5-6 tahun sedang bernyanyi, suara mereka bersemangat dan kedengaran gembira. Ini adalah TK Tambarolangi Terpadu, satu Taman Kanak-kanak PESAT yang paling muda. Gedungnya terlihat hampir menempel dengan dinding tebing karst yang puncaknya sampai ke awan.

Dari depan kelas, Ibu Guru Agustina Patolan melambaikan tangan dan tersenyum menyambut kedatangan kami. Sedikit mendaki, kami sudah tiba di kelas asal suara anak-anak yang menyanyi tadi. Sambil duduk dan menikmati secangkir kopi Toraja (Arabica) kami menghabiskan pagi itu dengan menyaksikan anak-anak bernyanyi dan menari.

toraja

Masih ada delapan TK lainnya yang semakin menantang untuk dikunjungi di pagi-pagi berikutnya. Masing-masing memiliki kisah uniknya sendiri. Seperti TK Sion Terpadu di lembang Marinding yang terletak diantara hutan pinus. Desa ini benar-benar berada di ketinggian, disini amat dingin dan susah air. Biasanya anak-anak datang ke TK tanpa mandi pagi. Tapi tidak pagi ini, karena akan foto bersama, kata ibu guru tertawa.

Hal yang berbeda kita jumpai di TK Bethani Terpadu di desa Sangalla, di sini anak-anak mengusir udara dingin pagi dengan mandi air hangat. Wajar saja karena rumah mereka dekat dengan sumber mata air panas Makula, mata air yang membuat awet muda.

Yang paling menantang tentu adalah TK Gloria Terpadu di lembang Misabana. Pasalnya, TK ini dekat dengan Kete Kesu, suatu kompleks pemakaman Orang Toraja sejak ribuan tahun lalu, yang berada di sebuah tebing karst yang menjulang tinggi. Peti-peti jenazah digantung di dinding tebing setinggi 50 meter. Beberapa peti yang lapuk telah jatuh, dan tulang-belulangnya berserakan di teras. Perlu upacara dan ritual adat untuk merapihkan itu, kata mereka. Di dekat puncak tebing terdapat mulut goa yang jika dimasuki akan menuntun kita ke dalam dunia orang mati yang sangat gelap. Di dalam goa tersebut terdapat ribuan jenazah manusia yang telah menjadi tulang-belulang disemayamkan di sana.

Di tana Toraja, upacara kematian atau ritual penguburan adalah sesuatu yang sangat istimewa. Hampir di seantero Tana Toraja kita menjumpai kubur-kubur batu beragam ukuran dan bentuk. Tak heran, jika banyak orang menjulukinya sebagai “Land of the Death”.

 

simbuang toraja

 
 
 
 
 
 
 

Toraja

toraja3

 

 

 

 

 

 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.