headerx
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
 
Language Selection
Switch to English
 
 

 

 
KLINIK KESEHATAN DI DESA  

Layanan Kesehatan Bukan Barang Mewah

 
 
klinik kesehatan PESAT di desa Lopait Jawa Tengah
 

Kesulitan kelompok miskin yang rata-rata orang desa untuk mengakses layanan kesehatan yang memadai sangatlah kentara di negeri ini. PESAT berupaya menjadikan layanan kesehatan bukan lagi seperti barang mewah yang hanya bisa dilihat namun tak bisa disentuh.

Melalui klinik pengobatan di desa Lopait, di Kabubaten Semarang, Jawa Tengah kami telah berupaya untuk mendekatkan orang desa dengan layanan kesehatan yang memadai.

Klinik ini diperkuat oleh sembilan pengerja yang terdiri dari dokter, paramedis, perawat, apoteker, perawat gigi, juru masak, dan sopir

Setiap tahunnya klinik rata-rata melayani kesehatan lebih dari 10.000 pasien orang desa, atau tiap bulannya rata-rata melayani 800-1000 pasien. Dan dari total jumlah tersebut, 82%nya disubsidi, dan rata-rata 31 - 60 pasien bebas biaya (gratis) pengobatan setiap bulan.

Klinik pun kerap mengadakan pengobatan massal di berbagai daerah pelosok di Indonesia dengan bekerjasana dengan berbagai lembaga. Selain pengobatan umum, klinik PESAT juga dilengkapi dengan pelayanan gigi, serta elektro-akupuntur untuk penderita Stroke, Diabetes, dll

Banyak orang telah merasakan layanan dari klinik ini dan banyak mereka telah disembuhkan dari penyakit. Klinik ini sungguh telah menolong banyak orang desa dengan mendekatkan mereka pada layanan kesehatan memadai yang bisa diakses secara mudah, murah, dan bahkan bebas biaya.

______________________________________

 

dr. Junaidi Lesmana;

Dokter Wong Deso

 

Ia jatuh cinta pada desa ketika masih belia, belum lagi lulus dari fakultas kedokteran ketika almarhun Ev.Damaris memperkenalkannya dengan PESAT. Separuh usianya telah ia abdikan untuk melayani kesehatan orang desa.

"Waktu itu tahun 1987, aku masih berusia 24 tahun dan masih mahasiswa ketika bergabung dengan PESAT, rasa ingin menolong sesama lah yang membawa aku ke sini," ujar dr. Junaidi mengawali kisahnya di suatu sore di kediamannya di Salatiga, Jawa Tengah.

Setelah lulus kuliah akhirnya ia menjadi dokter di sebuah klinik pengobatan umum dan gigi milik PESAT yang berdiri di tengah-tengah pemukiman dukuh Lopait.

Sembilanbelas tahun melayani kesehatan orang desa tentunya banyak cerita menarik yang menyertai. Seperti berlari-lari di tengah malam ketika harus memberi pertolongan darurat kepada seorang warga desa penderita asma yang gagal berafas, seorang yang terkena serangan jantung, dll..

Klinik yang menjalankan misi kemanusiaan ini pun kerap mendapatkan pujian. Seperti ada seorang bapak dari sebuah dusun di sana yang beberapa tahun silam berhasil disembuhkan dari Diabetes yang sebelumnya tak kunjung sembuh meski telah diobati di beberapa rumah sakit di kota. "Kini semua anak dan cucunya berobat di klinik kita," lanjut Pak Ter, sapaan akrab sang dokter. "Masih banyak lagi kisah keberhasilan mengobati orang desa, tapi aku sudah lupa," lanjut ayah dua anak ini.

Cuma sekarang yang masih menjadi masalah di desa adalah rendahnya kesadaran orang desa untuk rutin memeriksakan kesehatannya. "Kebanyakan mereka kalau sudah parah baru datang ke dokter," keluhnya. Untuk itu ia dan para stafnya kerap mengimbau warga desa untuk rutin memeriksakan kesehatan mereka.

Ketika ditanya apa harapannya ke depan, setelah beberapa saat termangu, kemudian ia mengatakan kalau ia ingin agar daerah-daerah pinggiran dan pelosok-pelosok desa di seluruh Indonesia bisa merasakan layanan kesehatan yang bermutu. Karena hampir seluruh pedesaan kita dilayani oleh layanan kesehatan yang mutunya kurang, lanjutnya. Beliau juga ingin agar kasih Tuhan Yesus melalui pengobatan dapat secara merata dirasakan orang-orang desa di berbagai tempat di bumi Indonesia.

 

 
 
 
 
 
 
 

 

read more about our health service in villages:

 
 
 
 
 
   
   
   
 

 

 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.