membangun desa
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English
PROGRAM
Layanan
Pendukung
Program Khusus

 

 

pesat

Membuka Cakrawala Pronojiwo

 

Semua orang di sini hanya sekolah sampai SD, bahkan sebagian tidak tamat, setelah itu mencari rumput, lalu kawin. Tapi sekarang orang tua dan anak sama-sama ingin sekolah terus..

Satu jam lagi berkendara kita akan sampai di Gunung Bromo, tapi di sini sudah lumayan dingin, lagi pula gemericik air terjun, pepohonan pinus, dan buah-buah apel nan ramun dibalut kabut pagi di lereng-lereng bukit di sini sudah cukup menggoda.

Memasuki pedukuhannya makin memesona hati, diantara liukan curam lereng-lereng bukit nampak perempuan-perempuan desa berdandan cantik beriringan memanggul belanga di kepala mereka, berisi susu sapi segar. Mereka menamai dukuh ini Pronojiwo.

Bagi saya, dukuh ini sangat dinamis, hampir sepanjang hari penduduknya sibuk dengan pekerjaan mereka, mencari rumput, memikul kayu bakar, mengolah tanah ladang, memerah susu sapi sampai membawanya ke koperasi, meski penghasilan mereka masih jauh dari upah minimum di perkotaan..

 

Angin Perubahan

Delapanbelas tahun lalu TK Bina Putera didirikan di tengah-tengah Dukuh Pronojiwo. Banyak hal baru diajarkan pada tunas-tunas mudanya, dan segalanya telah banyak merubah pemikiran penduduknya. Lisa (40) dan Kemijah (36), perintis TK ini, bercerita tentang ihwal berdirinya Bina Putera, “Awalnya dari permintaan masyarakat, lalu kami bahu-membahu meratakan lereng bukit yang miring untuk membangun taman bermain dan belajar bagi anak-anak mereka.” Sejak itu, dari antara kebun-kebun sayur ini, tiap tahun ajaran lahir 20-30 anak-anak cerdas penuh cita-cita.

Pronojiwo dihuni oleh 200 KK (sekitar 1000 jiwa), Lisa dan Kemijah hafal betul penduduk Pronojiwo karena sebagian orang tua di dukuh ini adalah mantan murid TKnya. Mereka rata-rata menikah setelah lulus SD di usia 14-15 tahun, bahkan kemudian menyekolahkan anaknya pun di TK Bina Putera. “Kami kepingin anak-anak bisa sekolah terus dan tidak hanya berhenti di SD seperti kami,” ujar Semiyati (20) orang tua murid.

Tidak hanya ortu, anak-anak pun nampaknya demikian. Pemikiran mereka tentang pendidikan telah banyak berubah, “Dulu mereka pikir untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalau tidak bisa bekerja di sektor formal dan hanya kembali ke ladang, tapi kini mereka tahu kalau tujuan pendidikan bukan hanya itu, tapi berpengetahuan luas dan cakap,” jelas Kemijah.

TK pun mengubah beberapa kebiasaan masyarakat, lihat saja sekarang pagi-pagi benar ibu-ibu mereka sudah berdandan dan berpakaian rapih bersih untuk mengantar anak mereka ke TK dan menjalankan aktivitas lainnya, tidak seperti dulu, lanjutnya. Bina Putera telah menghembuskan angin perubahan melintasi Pronojiwo.

Cita-cita di Balik Akreditasi B+

Perjuangan dua ibu guru ini membangun generasi tidaklah sia-sia, kini mantan murid-murid TKnya telah banyak yang duduk di bangku SMP. Tidak hanya itu, kemampuan TK ini untuk menghasilkan murid berkualitas pun sangat dipercaya, buktinya beberapa SD biasanya sudah datang meminta murid ketika tahun ajaran sudah akan berakhir.

Semua lulusan sini sudah pandai baca, tulis, dan berhitung, plus berkarakter baik. “Bahkan kami mendapat predikat baik di tingkat kabupaten dan terakreditasi dengan nilai B+,” jelas Kepala TK Bina Putera Lisa dengan bangga. Suatu prestasi luar biasa yang dicapai sebuah TK dari dukuh di lereng perbukitan

Siang cepat merayap dengan matahari yang redup di balik kabut, percakapan di halaman TK cukup hangat meski udara cukup dingin, para ibu guru mengenakan setelah ungu muda yang serasi dengan corak lukisan di dinding TK, mereka menghentikan langkah di bibir halaman bermain berlantai pavin dan melayangkan pandangan ke jurang di bawahnya yang penuh dengan barisan tanaman kubis.

Dalam benak Lisa dan Kemijah terbersit harapan agar TK yang hanya satu-satunya di dukuh ini bisa terus exist, agar anak-anak dan cita-cita mereka tidak berakhir dengan memanggul rumput untuk pakan ternak dan menikah di usia dini. Amin. (tony)Jul2009

 

 

 
........................................................................................
 
 
TORAJA: Bapak Pendidikan bagi Simbuang

 

 
 
 
 
 
 
Wisata Misi Mission Trip
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.