header
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English

 

 

Taman Kanak-kanak di Tepi Laut Manado

LIKUPANG

Kartini di Pantai Teremaal

 

"Sanitasi sangat buruk, rumah-rumah tidak punya jamban. Masyarakat kesulitan air bersih, babi bebas berkeliaran di dalam rumah berlantai tanah, kodisinya sangat tidak higienis. Kami membangun instalasi air bersih dan jamban umum, lalu taman kanak-kanak.."

 

Gugusan pohon kelapa dan sagu seolah menari bersama di tepi taman laut nan indah membiru. Sebuah bus tua sarat muatan hingga ke atap nampak terengah-engah mendaki bukit berbatu, pagi itu orang membawa hasil bumi mereka ke kota Manado menempuh perjalanan darat.

Jalan rusak parah membelah kampung tepat di tengah rumah-rumah beratap rumbia dan seng yang sudah berkarat. Gema lonceng gereja sesekali menggema dari atas bukit seolah menaungi penduduknya. Desa Teremaal, di Kecamatan Likupang, sebuah desa sunyi di ujung timur Sulawesi Utara, hanya 45 kilometer dari Manado tapi harus ditempuh selama 4 jam.

Dihuni para nelayan dan petani kopra, namun, ketertinggalan mereka di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan membuatnya masuk dalam daftar kategori desa tertinggal (IDT). Penghasilan tiap KK di sini jauh di bawah upah minimum, dan kebanyakan penduduknya tidak bersekolah atau berhenti pada tingkat yang sangat rendah.

 

Teras rumah desa Teremaal, hamparan pasir putih diantara laguna
PEMANDANGAN DI HALAMAN MUKA DESA TEREMAAL DAN SEORANG PENGERJA PESAT YANG MEMBERIKAN BIMBINGAN KEPADA ANAK-ANAK SEKOLAH DI DESA

Bergulat dengan Ketertinggalan

Kami menemukan masyarakat masih sangat kurang memerhatikan kesehatan. Kebanyakan rumah-rumah di sini masih berlantai tanah, sistem sanitasi yang buruk karena tidak memiliki jamban, kesulitan air bersih karena jauhnya sumber air, bahkan binatang peliharaan seperti babi bebas berkeliaran di dalam rumah, memasak makanan pun berlangsung dalam kondisi yang tidak higienis, jelas Delman Koly, gadis muda yang menjadi ibu guru TK di desa ini.

“Kesehatan tubuh anak sangat kurang diperhatikan orang tuanya, mereka umumnya terserang penyakit kulit dan infeksi cacing yang parah,” tambah Koly seraya memicingkan mata.

Awal tahun 2003, PESAT membantu penduduk Teremaal dengan membangun instalasi air bersih dan jamban umum. Memasang pipa sepanjang jalan desa yang membawa air dari mata air di celah batu di ujung desa. Setiap 100 meter dibuatkan kran, penduduk bisa mengambil air di kran terdekat dari rumahnya, dan tidak perlu perjalan jauh untuk menimba air di celah batu sana.

Kami lalu mendirikan Taman Kanak-kanak di tahun itu juga untuk membangkitkan generasi baru yang lebih baik, mengubah masyarakat. Namanya TK Kartini, dan berharap bisa menjadi pusat belajar yang membawa dampak perubahan. "TK Kartini adalah TK pertama dan satu-satunya di desa ini. Murid pertama kami semuanya kini sudah duduk di kelas 4 SD,” terang Delman Koly. Tahun 2010 kami mendidik 25 anak, dan ini adalah tahun ke-7, banyak kebiasaan buruk di pola hidup masyarakat yang telah diubah melalui TK, paparnya.

lIKUPANG

Biar bagaimanapun pembangunan kesehatan harus diutamakan sebelum membangun intelektual anak, karena memang pengaruhnya sangat signifikan. Dalam beberapa hal kami melibatkan peran orang tua dengan memberikan pengetahuan tambahan tentang pola hidup sehat dan kebutuhan gizi anak.

Kini, lanjutnya, banyak anak-anak terutama anak TK sudah hidup bersih dan sehat, mereka selalu berpakaian rapih begitu pula dengan keluarga mereka. “Anak-anak juga menjadi pembawa pesan yang baik dan efektif bagi orang tuanya,” ujarnya tersenyum meski hinga kini masih ada juga rumah yang belum higienis.

Apalagi di sini tidak ada Puskesmas, orang masih pergi ke dukun jika sakit, kadang sembuh kadang malah tambah parah, cerita Koly diselingi tawa. Sore itu angin bertiup dan pohon kelapa menari ketika beberapa perahu nelayan membawa hasil laut muncul dari antara mangrove dan merapat masuk di dermaga kecil di belakang TK Kartini. | tony (c)2003 & 2010

 

AnaK-ANAK DAN MASYARAKAT TEREMAA;L BERSAMA IBU GURU

 


  Kisah inspiratif lainnya:

 

v Baca kisah perjalanan lainnya :    
Traveller Boyolali Highland   toraja note   Mahakam
         
         
 
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.