headerx
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
 
Language Selection
Switch to English
 
 
pbs-sisi
Bisakah Semua Anak Desa Seperti Tuti?
Baca kisahnya >>
 
pondok bina siswa
APA ITU PONDOK BINA SISWA? : read>>
 
 

 

 
v BEASISWA KULIAH PERTANIAN  

Menyemai Bibit Inovator Muda

 
 
Beasiswa Pertanian
 

Berawal dari mimpi mewariskan sesuatu untuk desa-desa terpencil dan terasing, sekaligus ingin mencetak pemimpin-pemimpin baru yang inovatif, yang bisa mengubah sejarah di desa-desa mereka.

"Spirit itu pula yang lalu menjadi landasan kami mencari anak-anak desa yang punya potensi dan impian, kami ingin mereka menjadi inovator yang sanggup mengelola sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) di desanya,” Agus Sutopo membuka percakapan diantara aliran air di rawa pasang-surut Banyuasin, Sumsel.

Kanal-kanal air membelah rawa yang luas, sejauh mata memandang hanya hamparan belukar, tak terlihat rumah penduduk. Di satu tepi kanal tampak kebun sayuran; ada kangkung, sawi, bahkan ratusan kacang panjang dan pare nampak hijau segar menggelantung. “Itu hasil latihan kerja anak-anak,” lanjutnya.

Kami menyoroti pertanian karena pedesaan kita adalah desa agraris. Bersama kami sudah ada 12 anak muda dari berbagai wilayah: pulau Nias, Mentawai, Sumut, Sumsel, Riau, dan NTT. Bekerjasama dengan universitas di Palembang, PESAT memfasilitasi beasiswa untuk kuliah pertanian.

“Mereka mulai kuliah September ini, selama kuliah mereka tinggal bersama kami di asrama dan biaya pendidikan mereka semua gratis. Tapi mereka terikat komitmen dengan kami; untuk kembali ke desa masing-masing lalu membangun SDM dan SDA di sana, setelah menjadi sarjana,” papar Sutopo.

 

Beasiswa Pertanian

Areal seluas 6 hektare di daerah Banyuasin disediakan untuk ini; sebagian besar lahan digunakan untuk kebun latihan pertanian. Mereka dibimbing para mentor kami yang memiliki pengetahuan di bidang pertanian, terutama dalam praktek nyata dan implementasi teori di lapangan.

“Di lahan seluas ini mereka bisa langsung mempraktikkan ilmu pertanian yang dipelajarinya di universitas,” ujar Timotius Alang, mentor pertanian di kebun PBS.
“Desa di Banyuasin akan dijadikan desa binaan untuk pertanian, peternakan, perikanan, dan tekno-pangan,” tandas Sutopo.

Anak-anak muda yang terpilih ini pun terlihat memiliki tekad yang kuat, seperti Sarah (19), ditemui saat sedang memetik buah asam, ia mengaku setelah lulus dari universitas ia akan kembali ke kampungnya di Rengat, Riau. “Lahan di kampung saya didominasi perusahaan perkebunan sawit, jadi bahan pangan masih harus diimpor, kelak saya akan membuka lahan pertanian padi di Rengat,” tukas Sarah semangat.

Ada juga Elon Sinaga dari Sumatera Utara, “Orang tua saya juga petani, saya akan membagikan ilmu dan pengalaman di desa saya,” kata Elon.

“Kami memuridkan mereka agar kelak kembali ke desa.. lalu desa-desa mengalami perubahan karena kehadiran mereka,” tandas Sutopo. (stella/tony)

beasiswa pertanian

beasiswa pertanian
SARAH, SALAH SEORANG ANAK DESA YANG MENERIMA BEA SISWA PERTANIAN. IA BERTEKAD UNTUK MEMBANGUN PERSAWAHAN PADI DI DESANYA YANG DIDOMINASI PERKEBUNAN MILIK PERUSAHAAN SAWIT

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.