headerx
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
 
Language Selection
Switch to English
 
 
pbs-sisi
Potret Sisi; Bisakah Semua Anak Desa Sepertinya?
Baca kisahnya >>
 
pondok bina siswa
APA ITU PONDOK BINA SISWA? : read>>
 
Anak Terlantar di Wamena
 

 

 

 
PONDOK BINA SISWA  

Seberangi Selat Siberut demi Sekolah

 
 
Rufina dan rekan-rekan di Pondok Bina Siswa Sioban
PARA MURID BERSAMA PEMBINA MEREKA DEBBY BIRILODA DI PONDOK BINA SISWA SIOBAN, P. SIPORA

 

Rufina, bocah perempuan berusia 14 tahun ini senyumnya merekah ketika tahu ia bisa melanjutkan ke SMP. Ia dan keluarganya tinggal di sungai Taileleu di Pulau Siberut, Kep. Mentawai.

Bersama Rufina juga turut Heni, Ferdi, dan Satriani, mereka adalah anak-anak Suku asli Mentawai di dusun Bolotok. Di dusun Bolotok hanya ada TK PESAT dan sebuah SD Kelas Jauh.
Jarak mereka adalah sekitar 4 jam dari Muara Taileleu dengan berperahu. Taileleu sedikit lebih maju, ada satu SD Negeri di sini dimana murid-murid dari SD Kelas Jauh di pedalaman Bolotok biasa melanjutkan kelas 5 dan 6 mereka. Namun di sini belum dibangun SMP saat itu.

Ibu guru TK Efata, Nela Debora yang juga mengajar di SD Kelas jauh di dusun Bolotok dan ibu guru Agustina Tora di Muara Taileleu mengirim mereka ke Pondok Bina Siswa PESAT yang berada di Sioban, kota kecamatan yang jauh lebih maju karena sudah ada SMP dan SMA. Bulan Juni 2015 mereka menyeberangi Selat Siberut menuju kota Kecamatan Sioban di Pulau Sipora. Rufina, Ferdi, dan Satriani melanjutkan ke kelas 1 SMP, sementara Heni melanjutkan ke kelas 6 SD.

Mereka adalah alumni TK Efata, TK yang dibuka setelah para guru menemukan pemukiman ini pada tahun 2008, dan mereka adalah murid-murid yang cerdas, penuh semangat, memiliki cita-cita dan keinginan untuk melanjutkan sekolahnya begitu tinggi.

“Membawa mereka untuk tinggal di PBS dan menyekolahkan mereka, selain menolong mereka untuk meraih cita-cita, kita juga telah menyelamatkan masa depan mereka,” jelas Debby, pembina PBS Kep. Mentawai. Pasalnya, di usia ini biasanya mereka sudah dinikahkan, ditambah lagi dengan sikap orang tua yang memang belum sadar pendidikan. Hampir semua penduduk di dusunnya masih menjalani kehidupan seperti masyarakat adat, penduduk asli yang pengetahuan masih sangat sederhana.

Pondok Bina Siswa (PBS) PESAT di Pulau Sipora ini kini membina tujuh murid. (st/tn)

 

Muara Taileleu di Pulau Siberut, pintu gerbang sungai menuju desa Bolotok di bagian hulu
MUARA TAILELEU DI PULAU SIBERUT, PITU GERBANG SUNGAI MENUJU DUSUN BOLOTOK DI BAGIAN HULU

 

DESA BOLOTOK DI PEDALAMAN PULAU SIBERUT, KEP. MENTAWAI, DUSUN TERPENCIL DI HULU SUNGAI INI HANYA BISA DICAPAI DENGAN SAMPAN KECIL SELAMA 4 - 5 JAM PERJALANAN

 

anak-anak di kampung asal mereka di dusun bolotok
ANAK-ANAK DI KAMPUNG ASAL MEREKA, DUSUN BOLOTOK

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.