www.pesat.org
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English
 
 
pondok bina siswa
APA ITU PONDOK BINA SISWA? : read>>
 
 
pbs
PBS: Wujudkan mimpi anak miskin
baca kisahnya >>
 

 

 
v PONDOK BINA SISWA  

Bisakah Semua Anak Desa Seperti Tuti?

 
 
 

Sambil mendekap ijasah SD di dada, Tutii, gadis kecil tak bersepatu berjalan pulang. Hari ini akan menjadi hari terakhirnya berseragam sekolah. Dari wajahnya ia terlihat gundah.  Angan yang ia bangun selama enam tahun di bangku sekolah kandas sudah. Siang itu, Tuti menyerah.

Pertengahan Jambi dan Pekanbaru, sejauh mata memandang bukit-bukit kelapa sawit mendominasi kaki langit.  Puluhan desa tersebar, beberapa terlihat dari jalan lintas utama Sumatera, sementara lainnya tersembunyi di balik lebatnya hutan.

Salah satunya adalah desa Orang Suku Talang Mamak di hutan Indragiri Hulu. Tuti lahir di sini, gadis kecil Talang Mamak yang kurang beruntung, ayah dan ibunya meninggal ketika ia masih kecil. Tuti dirawat oleh bibinya yang menyekolahkannya hingga tamat sekolah dasar.

Musim kemarau 2003, Frids dan Dwi  tiba di desa di tepi hutan itu. Mereka menjumpai banyak anak-anak Talang Mamak usia sekolah yang sudah tidak bersekolah lagi. Keduanya adalah Pembina Pondok Bina Siswa (PBS) yang dikelola oleh Yayasan PESAT (Pelayanan Desa Terpadu), PBS adalah sebuah pondok mirip asrama yang memberi akomodasi, pembinaan, dan beasiswa pada anak-anak desa terpencil.

Mereka kemudian bertemu gadis kecil berusia 12 tahun bernama Tuti. Frids dan Dwi mendengarkan Tuti bercerita tentang kegalauannya. Bagaimana tidak, untuk lanjut ke SMP butuh biaya yang banyak, karena  SMP hanya berada di kota, sangat jauh dari desa. Sementara keluarganya sangat miskin dan hanya hidup dari  hasil hutan. Hingga akhirnya Tuti tak bisa berbicara sepatah kata pun, ia bahkan tidak mempercayai pendengarannya ketika Frids bertanya kepadanya, “Apakah kamu mau tinggal dengan kami di Pondok Bina Siswa agar kamu bisa melanjutkan sekolah?”

Delapan tahun berlalu sejak peristiwa siang itu, Tuti kini telah duduk di bangku kuliah di sebuah perguruan tinggi di Pekanbaru, ini adalah tahun kedua kuliahnya. “Aku sekarang sedang membuat program database untuk pasien puskesmas,” ucapnya melalui chatting.  Ya, Tuti kini adalah mahasiswi jurusan Ilmu Komputer Manajemen. Mimpinya kini pun telah berkembang, “Aku ingin menjadi orang sukses, agar bisa membantu anak-anak miskin meraih impiannya.”

Tuti adalah sosok anak desa terpencil, berasal dari keluarga miskin dari satu suku terasing, yang mampu meraih impiannya.  “Kalau kita berbuat sesuatu yang tepat dan baik untuk saudara-saudara kita di daerah terpencil, maka ada sesuatu yang berubah,” tandas Prof. DR. Kris Timotius, Mantan Rektor UKSW Salatiga dalam Gathering PESAT di Jakarta pada pertengahan tahun 2010. (tony)

 

TUTI, DI BERSAMA KELUARGANYA DI BERANDA RUMAH MEREKA DI TEPI HUTAN
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.