pesat.org
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English
PROGRAM
Layanan
Pendukung
Program Khusus

 

 

 

 

Community Developmet;
Latih Petani Ijen Buat Pupuk Organik Sendiri

 

 

  penyuluhan pupuk oarganik PESAT
 


"Menggunakan pupuk urea dan sejenisnya, tentu dalam beberapa waktu akan meracuni tanah itu sendiri, lama kelamaann tanah tentu tidak lagi subur malah tandus, dengan pupuk organik ini justru bisa memperbaiki kondisi tanah yang tentu kita juga membantu menjaga kelestarian alam," tambah Apong.

Di kaki pengunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, pupuk kadang sulit didapat dan mahal. Ketika pupuk datang petani akan saling berebutan. Harga per karung pupuk non-subsidi ukuran 50 kg bisa mencapai Rp. 300 ribuan, sedangkan yang bersubsidi Rp 115 ribu. Banyak petani yang akhirnya terlilit hutang.

Pemerintah daerah menggalakkan pertanian organik, tapi kenyataan bahwa sebagian besar masyarakat belum tahu tentang pertanian organik itu sendiri. Akhirnya pupuk organik pun dipasarkan lewat perusahaaan dan dibandrol dengan harga Rp. 25 ribu per karung. Padahal komposisinya hanya kotoran sapi dan sampah dedaunan yang bisa dengan mudah didapat masyarakat, terang Apongnius  pria 37 tahun yang berdiam di kaki pegunungan Ijen ini.

Berbekal pengetahuannya, Mas Apong - panggilan akrabnya - berusaha membuat pupuk organiknya sendiri, ia lalu melakukan banyak eksperimen di rumahnya, menggunakan bakteri aktif lactobacillus dan acetobacter sebagai pengganti molase penelitian selama tiga tahun pun berbuah hasil, lewat ujicoba pada tanaman cabe, tomat, terong, dan melon di halaman rumah, Apong  akhirnya menemukan satu varian pupuk organik yang diklaim tidak merusak tanah.

"Menggunakan pupuk urea dan sejenisnya, tentu dalam beberapa waktu akan meracuni tanah itu sendiri, lama kelamaann tanah tentu tidak lagi subur malah tandus, dengan pupuk organik ini justru bisa memperbaiki kondisi tanah yang tentu kita juga membantu menjaga kelestarian alam," tambah Apong.

“Saya mengadakan pelatihan pembuatan pupuk untuk memberdayakan para petani maupun bukan petani tetapi punya lahan pertanian untuk bisa membuat pupuk organik, karena jika bikin sendiri mereka bisa mendapatkan 2 sampai 3 ton pupuk untuk persediaan, apalagi rata-rata masyarakat di sini punya ternak jadi lebih mudah mendapatkan bahan-bahan dasar pupuk organik,” ucap Apong.

Diakuinya sudah sejak dua tahun lalu ia melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Apong memulai penyuluhannya di kelompok-kelompok kecil petani. Ia mengadakan penyuluhan di Desa Kenjo, Desa Licin, dan Desa Tegalurung, serta mendampingi para petani di sana.

“Saya berharap mereka akan membuat penyuluhan kembali kepada teman-temannya sesama petani sehingga semakin banyak yang bisa mendapatkan pengetahuan,” harap Apong.  (Feby/tony)

 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selain pelatihan tersebut, PESAT membuka program training singkat guru TK/PAUD di 6 training center-nya di Pontianak (Kalbar), Samarinda (Kaltim), Salatiga (Jateng), Palembang (Sulsel), Kep. Mentawai (Sumbar), dan Jayapura (Papua).

Training ini sangat penting bagi para pengajar PAUD karena sebaik apapun program PAUD tidak akan efektif jika para pengajarnya tidak memiliki pengetahuan PAUD yang baik. Sejak tahun 2005 PESAT telah melatih total 791 orang menjadu guru PAUD.

 

 

 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.