header
Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Sahabat PESAT Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English
PROGRAM
Layanan
Pendukung
Program Khusus

 

community development

community development

Membangun Ekonomi Masyarakat Desa

Memberdayakan masyarakat desa dengan membangun ekonomi mereka melalui pelatihan keterampilan hidup dan pendampingan usaha; yang bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga guna mengangkat harkat hidup orang desa melalui kerja dan kreativitas.

Sejak 1992 sudah ratusan keluarga di desa yang menerima bantuan dalam bentuk pinjaman usaha kecil. Lebih dari separuhnya sudah bisa mengelola usahanya dengan baik.

Mereka mampu meningkatkan pendapatan untuk menyediakan dukungan ekonomi yang lebih baik demi mendukung keluarga mereka. Seperti memiliki kesiapan ketika anak-anak mereka sudah mulai sekolah dan membutuhkan biaya-biaya.

__________________________________________

Beberapa Kisah:

v Menggaduh Kambing Keluarga Petani
 

Menggaduh kambing itu seperti menabung, sangat membantu saya untuk bisa sekolahkan anak-anak,” kalimat itu meluncur dari mulut Boediono (41) seorang petani sekaligus buruh tani.
“Membantu sekali ketika saya dalam keadaan sulit,” ucap Wardi (50) seorang penambang batu.

Menggaduh Kambing/ternak adalah program bagi hasil (profit sharing) antara pemilik ternak dan petani yang memelihara/ membesarkan ternak. PESAT sebagai pemilik ternak tentu tidak bertujuan untuk keuntungan semata, tapi lebih besar kepada pembangunan ekonomi keluarga petani miskin.

Semua keluarga petani yang mendapat kesempatan menggaduh kambing ini memang benar-benar keluarga yang perlu dibantu. Disamping beberapa kriteria mendasar yang harus dimiliki seperti; mampu memelihara kambing dengan baik, mempunyai ladang untuk pakan ternak, dan mempunyai rasa kasih sayang terhadap ternak.

Program ini telah menolong 5 keluarga yang menggaduh 14 ekor kambing, mereka tersebar di 5 dusun; Purwosari, Wonorejo, Pereng Wetan, Mungsari, dan Sampetan. “Efektifnya program ini membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi mereka, dan tujuan utamanya adalah menguatkan iman jemaat,” tandas Huri dan Ason, staf pemberdayaan masyarakat PESAT Jawa. (feby)

____________________________________

v Beternak Itik Orang Mentawai
 

"Kami membantu masyarakat dengan memberi modal untuk beternak itik, ayam, dan babi yang masih dikembangkan terus sampai sekarang," ujar Ir. Ruth Mien, M.Pdk.

Ini adalah salah satu cara meningkatkan ekonomi keluarga, agar mereka mampu membiayai sekolah anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, lanjut Mien. Lebih dari satu dekade program tersebut telah berjalan di Kepulauan Mentawai, hal ini adalah bagian dari suatu pelayanan holistik. 

------------------------------------------------------------------------

 

v Latih Petani Ijen Produksi Pupuk Organik
 

Di kaki pengunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, pupuk kadang sulit didapat dan mahal. Ketika pupuk datang petani akan saling berebutan. Harga per karung pupuk non-subsidi ukuran 50 kg bisa mencapai Rp. 300 ribuan, sedangkan yang bersubsidi Rp 115 ribu. Banyak petani yang akhirnya terlilit hutang.

Pemerintah daerah menggalakkan pertanian organik, tapi kenyataan bahwa sebagian besar masyarakat belum tahu tentang pertanian organik itu sendiri. Akhirnya pupuk organik pun dipasarkan lewat perusahaaan dan dibandrol dengan harga Rp. 25 ribu per karung. Padahal komposisinya hanya kotoran sapi dan sampah dedaunan yang bisa dengan mudah didapat masyarakat, terang Apongnius  pria 37 tahun yang berdiam di kaki pegunungan Ijen ini.

Berbekal pengetahuannya, Mas Apong - panggilan akrabnya - berusaha membuat pupuk organiknya sendiri, ia lalu melakukan banyak eksperimen di rumahnya, menggunakan bakteri aktif lactobacillus dan acetobacter sebagai pengganti molase penelitian selama tiga tahun pun berbuah hasil, lewat ujicoba pada tanaman cabe, tomat, terong, dan melon di halaman rumah, Apong  akhirnya menemukan satu varian pupuk organik yang diklaim tidak merusak tanah.

"Menggunakan pupuk urea dan sejenisnya, tentu dalam beberapa waktu akan meracuni tanah itu sendiri, lama kelamaan tanah tentu tidak lagi subur malah tandus, dengan pupuk organik ini justru bisa memperbaiki kondisi tanah yang tentu kita juga membantu menjaga kelestarian alam," tambah Apong.

“Saya mengadakan pelatihan pembuatan pupuk untuk memberdayakan para petani maupun bukan petani tetapi punya lahan pertanian untuk bisa membuat pupuk organik, karena jika bikin sendiri mereka bisa mendapatkan 2 sampai 3 ton pupuk untuk persediaan, apalagi rata-rata masyarakat di sini punya ternak jadi lebih mudah mendapatkan bahan-bahan dasar pupuk organik,” ucap Apong.

Diakuinya sudah sejak 2 tahun lalu ia melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Apong memulai penyuluhannya di kelompok-kelompok kecil petani. Ia mengadakan penyuluhan di Desa Kenjo, Desa Licin, dan Desa Tegalurung, serta mendampingi para petani di sana.

“Saya berharap mereka akan membuat penyuluhan kembali kepada teman-temannya sesama petani sehingga semakin banyak yang bisa mendapatkan pengetahuan,” harap Apong.  (feby/tony) 

 

 

 

 
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.