Bantuan untuk yang Terdampak Pandemi Sampai ke Papua

Bantuan ini adalah yang sangat kami perlukan saat ini..

“Sangat bersyukur, selalu di perhatikan oleh PESAT. Setiap minggu asrama kami juga ada pembagian gizi, anak-anak kami sangat di perhatikan oleh guru-guru PESAT,” ucap kepala komunitas masyarakat Puldama.

PESAT memberikan sembako dan masker untuk keluarga-keluarga di komunitas-komunitas orang-orang gunung yang tinggal di pinggiran Sentani, kata Marko, Manajer Program yang membawa bantuan. “Mereka yang datang ke Sentani untuk mencari kerja dan anak-anak mereka untuk sekolah,” lanjutnya. Di Komunitas Orang Puldama sembako diberikan kepada 60 KK, di Lolat 17 KK, kata Ibu Lisanasanti. Di Puldama ada sekitar 70 anak-anak, dan di Lolat sekitar 60 anak, tambah Ibu Lisanasanti, Pembina Future Center di Sentani.

Sembako yang kami berikan berupa beras, susu, telur, dan ditambah masker. Ini semua adalah kebutuhan yang mereka butuhkan saat ini, jelas Marko, Manajer Program Indonesia Timur. Sembako juga diberikan kepada tukang ojek dan sopir angkot di kota Sentani, Jayapura, Papua.

APD untuk Rumah Sakit

Kami membagikan masker bedah, masker N95, masker kaca, dan baju terusan untuk petugas kesehatan, kata Ibu Lisanasanti dari Sentani, Papua.

Bantuan APD ini kami salurkan ke RS Yowari, RS Dian Harapan, dan Puskesmas Koya Barat. Ini adalah sumbangan dari seorang ibu Sahabat PESAT di Jakarta, tambahnya.

Masker untuk Seluruh Indonesia

Sebanyak 11.250 masker kain didistribusikan ke daerah-daerah pelayanan PESAT di 16 propinsi dan dilaporkan telah sampai ke anak-anak Future Center. Para guru menggunakannya untuk bisa terus melayani dengan mengunjungi rumah para murid. “Terima kasih untuk bapak dan ibu yang sudah peduli dengan kami,” ucap Yuntri, guru di Paruruan, Jawa Timur.

Anak-anak dan keluarga mereka kini memakai masker saat keluar rumah. Masker berperan penting mencegah transmisi virus corona, namun di daerah, sulit didapat karena tidak ada stok, kata mereka.

(Data distribusi bisa lihat tabel)