“Para Pahlawan di Tengah Pandemi”

“Saya pikir, kalau semua orang takut, lalu siapa yang akan keluar untuk menolong mereka?”

Pukul Sembilan Pagi, sinar matahari sudah keras menerpa rumah-rumah beratap seng dan daun di bukit berumput Mamboru, Sumba tengah. Langkah-langkah kaki Lira dan Agnes berayun membelah tanah putih yang gersang. Di lengan mereka bergelayut ember besar berwarna hijau.

“Memang sekolah diliburkan tapi kami harus tetap hadir di mata anak-anak..,” ucap Ibu Guru Lira sambil menyeka keringat di dahi. Senyum lebarnya mengembang tak hirau dengan peluh yang mulai membasahi separuh baju kaosnya.

“Pagi ini, kami bawakan bubur kacang ijo untuk anak-anak murid,” tambahnya sembari membagi bubur di rumah saat salah seorang murid sudah yang sudah menanti kedatangan para ibu guru sejak pagi hari.

“Biarlah kehadiran kami memberi kekuatan dan harapan kepada mereka, bahwa setelah pandemi ini berlalu kita akan sekolah lagi dan bisa meraih cita-cita.,” – Lira –

Kegiatan hari ini sudah rutin semenjak pandemi corona. Setiap rabu bubur kacang ijo, dan hari sabtu kami memberikan makanan dengan lauk sayur serta ikan atau daging. Untuk melawan virus corona ditengah wabah ini, pemerintah desa meminta kepada ibu-ibu guru TK untuk menyediakan ini bagi anak-anak, selain untuk menjaga kualitas imun tubuh mereka juga sebagai stimulus agar anak-anak tetap giat belajar meski di rumah saja. Di TK Tunas Kasih ada ibu guru Yeni, Lira dan Agnes. Pagi-pagi sekali mereka ke pasar berbelanja, lalu memasaknya. Setelah dikemas, ibu Lira dan ibu Agnes yang berjalan keliling kampung.

“Anak-anak sangat senang ketika kami datang membawa makanan, saya suka sekali melihat mereka tersenyum. Biarlah kehadiran kami memberi kekuatan dan harapan kepada mereka, bahwa setelah pandemi ini berlalu kita akan sekolah lagi dan bisa meraih cita-cita,” kata Ibu Lira semangat.

Panas terik itu semakin menyengat ketika matahari meninggi, Lira berbicara dengan nafas tersengal sembari berkipas-kipas kepanasan saat tiba kembali di rumah dinasnya. Lira mengirim beberapa foto dokumentasi ke redaksi, ia bilang, “saya pikir, kalau semua orang takut, lalu siapa yang akan keluar untuk menolong mereka?”

Mari doakan anak-anak dan para perempuan pemberani ini, kiranya Tuhan menyertai langkah-langkah kecil mereka. (tony)