Taman Indah di Tepi Zaman

Anak TK Petra

TK Petra, Mijen


“Masih seperti dulu, orang tua dari generasi ke generasi ya masih tetap mengantarkan anak-anak atau cucu mereka ke sini walaupun jaraknya lumayan jauh..”

Wilayah dimana anak TK kami berada memang sudah banyak berubah, desa-desa sudah berkembang menjadi kota, TK-TK sudah banyak tumbuh dimana-mana. Murid kami yang dari sekitar sini pun cuma empat anak. Sisanya yang 39 anak itu datang dari desa-desa di lereng Gunung Ungaran.

Seru sekali berbicara dengan Ibu Guru Endang Carya, usianya tak lagi muda, tapi masih bersemangat seperti lima tahun lalu saat terakhir kami berkunjung ke sini. Sambutannya menyeka semua lelah dua jam perjalanan berliku-liku dari kota Salatiga. Tak banyak yang berubah dari bangunan-nya, kecuali penambahan ruang dan kanopi supaya tidak kepanasan dan kehujanan.

Sudah tidak ada ekskul komputer lagi, bu?” tanyaku ketika melihat kosong ruang kantor yang dulu pernah ada deretan tabung-tabung monitor komputer.
Lha.. komputernya sudah tua, sudah mati semua, belum ada yang menyumbang lagi..,” jawabnya tertawa. Dulu anak-anak gunung itu kenal komputer ya dari TK ini.

 anak-anak sedang bermain di halaman TK
anak-anak sedang bermain di halaman TK

TK PETRA Terpadu mulai melayani anak-anak usia dini di Kecamatan Mijen, Semarang sejak tahun 1993.”Ada anak buruh pabrik, buruh tani, dan lain-lain, sekarang mereka sudah ada yang jadi dokter!” Bu Endang kembali tertawa.

Kok masih mempertahankan sekolah ini? kan orang-orang di dekat sini sudah sedikit yang mau menyekolahkan anaknya di TK ini. Iya, jawab Bu Endang Seraya menghela nafas, pelayanan kita kan pelayanan desa, jadi yang kita jangkau adalah anak-anak dari desa-desa. Saya masih sering mengunjungi rumah murid-murid di dusun-dusun di gunung sana, dan mendoakan keluarga mereka.

Orang tua masih menyekolahkan anak-anaknya ke sini meskipun jauh. Bukan tidak ada TK di dekat rumah mereka, ada, tapi karena mereka tahu pendidikan usia dini di TK kita itu yang terbaik.

Ibu Guru Endang bersama para Guru TK Petra
Ibu Guru Endang bersama para Guru TK Petra

Ya, memang, karena kita mengajarkan tentang budi pekerti, karakter, dan takut akan Tuhan adalah yang utama di TK ini sebelum mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan yang lain. Dan anak-anak memang akhirnya tumbuh dengan karakter yang baik, itu yang menjadi bukti dan nilai bagi mereka untuk tetap bersusah-payah mau jauh-jauh datang ke sini.

Tahun ini para orang tua alumni murid kami turun gunung saat mendengar kabar Future Center akan di buka disini, mereka datang menanyai kami, sebagian anaknya sudah di SD, “Kami siap antar anak-anak untuk ikut Future Center,” kata mereka antusias.

salah satu anak TK PETRA
salah satu anak TK PETRA

Walaupun sudah direnovasi di beberapa bagian, namun kesan tua masih terasa di kelas-kelas TK PETRA, Ibu Guru Suci dan Nofri mengajak saya masuk dan berkeliling. Ibu Murah Hati sedang seru bercerita, anak-anak serius memperhatikan, kita melewati mereka menuju ruang dimana ada sentra-sentra yang tertera rapi di kelas sempit itu. Ada Sentra Balok, Sentra Persiapan, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, dan Seni Bahan Alam. Ini sentra balok, kata Ibu Nofriana. Ada berbagai bentuk balok, dan anak-anak menyusun bangunan sesuai imajinasi mereka, imbuh Ibu Suci Wahyuni.

PETRA memakai pembelajaran Beyond Center and Circle Time (BCCT), tentu ini adalah kurikulum pendidikan usia dini terbaru. TK tua ini tak pernah terlambat untuk update, tak pernah ketinggalan zaman. Ia pernah menjadi satu-satunya TK di daerah ini, bahkan kini meski berada di antara TK-TK baru yang banyak bermuculan, fokusnya tak pernah berubah; semuanya demi yang terbaik untuk anak-anak desa.

“Setiap orang berhak untuk pendidikan yang bermutu, tak terkecuali anak-anak di desa miskin,” kata Bu Endang (Tony)