Future Center Kembali; Pandemi & Disiplin.

“Menurutku disiplin itu, tekun..,” ceplos Ani di selasar Future Center di desa Pampang, Kaltim. Ia bersama Ibu Sharlota dan empat teman sebayanya sedang berdiskusi.

Ada Kris, Mikel, Leo, AAri, dan Ani. Mereka duduk santai pada satu sore yang mendung, sesekali diiringi gurau dan tawa renyah. Wajah-wajah polos bocah-bocah 17an tahun ini sesekali tampak sedang berpikir keras, kali ini mereka diminta mendefinisikan kata “disiplin”.

“Disiplin itu.., kalau bangun tidur tepat waktu!,” tukas Mikel yang lalu dibarengi tawa temantemannya. “Iya juga sih, kalau menurut saya, disiplin itu komitmen tentang masalah waktu, melakukan sesuatu secara terus menerus,” Kris melengkapi, bocah di bangku kelas 12 ini tampak tenang.

“Kalau menurutku, disiplin itu memusatkan sesuatu pada titik tertentu..,” timpal Ari, duduk di sebelah Mikel, jawabannya terdengar seperti seorang fisikawan, ia bersekolah di SMAN 12 Samarinda, 8 kilometer dari rumahnya.

Kalau tokoh yang kalian lihat dan contoh untuk disiplin diri itu siapa? Ibu Sharlota kembali melempar pertanyaan. Para remaja ini senyum-senyum, pikiran mereka menerawang. Ada yang jawab Ronaldo – karena disiplin latihan, Jokowi – karena komitmennya beker ja melayani masyar akat, sampai Daniel – karena tekun berdoa. Sore itu diskusi asyik.

“Kalau aku sih terinspirasi mama dalam hal bekerja dan waktu,” jawab Ani, ibunya menafkahi keluarga dengan bertani dan membuat cinderamata khas dayak untuk dijual kepada wisatawan yang datang ke desa mereka.

“Kalau aku lihat bapakku, dia disiplin soal pekerjaan,” kata Leo, ia yang termuda diantara teman-temannya, baru kelas 10. Ayahnya seorang hamba Tuhan dan tukang kayu, pekerja yang giat dan rajin.

“Lalu usaha kalian dalam mendisiplin diri bagaimana?,” tanya Ibu Sharlota lagi. Anak-anak berpikir sejenak. “Aku berusaha bangun jam 6 setiap pagi,” jawab Ari, ia sekeluarga bertani dan menjual sayur.

“Saya berusaha dalam hal berdoa, setiap bangun tidur dan sebelum tidur. Kadang lupa karena terburu-buru, cuma sekarang berusaha untuk bangun lebih pagi,” tambah Ani, ia tersipu, jawabannya bercampur pengakuan.

“Kalau aku berusaha disiplin tidur sebelum jam 10 malam,” kata Mikel. Ayahnya berburu babi di hutan, dan ibunya membuat manik-manik.

Sore ini di FC Pampang, kelas NDP (Nurture Dream Program) kembali membicar akan “Pola Hidup Disiplin Pribadi”. Anak-anak ini dikenalkan dengan disiplin sejak mereka di Taman Kanak-kanak. Tapi pelajaran mengenai disiplin diri ini tidak berhenti di situ, terus diajarkan sampai mereka besar, kata Ibu Guru Sharlota. Kali ini kebetulan berhubungan dengan pandemi yang mengharuskan kita lebih lagi mendisiplin diri agar tetap sehat dan selamat. (tony)