Kembali dari Masa Depan

Kades Kristiyono

(Cerita di balik gedung baru TK)

“Mengenakan seragam pejabat pemerintahan daerah, seorang murid Taman Kanak-kanak 30 tahun lalu datang untuk meresmikan bangunan baru bekas sekolahnya dulu, ia seolah datang dari masa depan. Bagaimana bisa terjadi? panitia yang mengundang bahkan tidak mengetahuinya”.

“Ini adalah taman kanak-kanak pertama dan satu-satunya yang didirikan di desa seterpencil ini waktu itu. Aku dan kakakku serta teman-teman kecil dulu adalah murid pertamanya, dan kami sangat senang menyambut kehadiran TK Imanuel di desa kami,” ucapannya membuka sambutan di hadapan para undangan.

Para tamu undangan yang hadir tambah terpengarah ketika ia bilang kalau ia bisa seperti saat ini itu tak terlepas dari peran ibu-ibu guru TK yang turut andil membentuk pribadinya.

Sosok pemimpin muda yang gagah ini adalah Kristiyono, bukan lagi anak TK, kini ia adalah Kepala Desa Ngadikerso yang memimpin belasan dusun di lereng Merbabu. Ia adalah pemimpin yang baik, pribadinya bersahaja, ramah, dan sangat bersahabat ketika berbicara dengannya. Salah satu pemimpin masyarakat di Kabupaten Semarang.

Kristiyono, Kepala Desa Ngadikerso bersama Pak Hans Geni
Kristiyono, Kepala Desa Ngadikerso bersama Pak Hans GeniĀ 

Kami pergi ke desa Ngadikerso di lereng gunung Merbabu, melalui jalan yang meliuk naik-turun sejauh 25 kilometer di sebelah selatan kota Semarang, untuk meresmikan gedung yang baru dari TK berusia 30 tahun itu.

Semerbak bunga kopi yang mekar masih saja tercium meski sudah di pertengahan Oktober, pagi ini tak biasa, tenda hajatan menutup sepanjang halaman gedung baru, letaknya ada di bawah gedung yang lama. Tangga turun mengantar kita ke pelatarannya. Satu gedung TK modern dengan warna-warni mural yang ceria berdiri anggun di tepi ladang palawija mengunggah ditengok. Ini TK Imanuel Terpadu dan juga Future Center dusun Jlegong.

Terik mentari perlahan membuat pergi suhu dingin pagi hari. Penduduk desa datang berbondong, para orang tua murid, tokoh masyarakat dan sesepuh desa berbaur dengan para sponsor yang mendukung pembangunan TK ini, serta yang tak kalah penting tentu adalah pemerintah desa yang diwakili Kristiyono, Kepala Desa Ngadikerso yang datang bersama jajarannya.

Permainan angklung dari anak-anak Future Center
Permainan angklung dari anak-anak Future Center

Permainan angklung, lagu, dan tari-tarian bocah-bocah berderet dihelat memeriahkan hari ini. “Saya ingat 30 tahun lalu ketika bapak pendeta dari desa ini datang kepada saya dan meminta PESAT untuk mendirikan TK disini. “Di sana banyak anak-anak dan mereka tidak terlayani..,” Hans Geni Arthanto, Direktur Eksekutif PESAT sebelumnya, bercerita awal berdirinya TK Imanuel id dusun Jlegong dalam sambutannya.

Pembangunan gedung baru ini melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan dan daerah, semuanya tersatukan karena kesamaan niat hati; menolong anak-anak desa demi membangun generasi bangsa yang maju “Kita tentu berharap, TK Imanuel bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin benar dari desa Ngadikerso ini,” tandas Pak Hans.

Saya masih ingat bagaimana kami diajari disiplin dan tanggungjawab,” ucap Kades Kristiyono. Setipa pagi kami berbaris untuk masuk kelas, dan itu tidak boleh terlambat, lalu diajar untuk merapikan semua kembali seperti semula saat pelajaran usai, ini semua mengajarai kami tentang disiplin dan tanggung jawab. Kami juga diajar untuk bisa bersosialisaasi, punya hubungan yang baik antar sesama teman meski kami semua berbeda-beda, dan ini sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; Bhinneka Tunggal Ika, paparnya.

Dari sini kita belajar, bahwa apa yang ditanam di awal tidak akan lekang oleh waktu. Aah.., andai saja ibu gurunya dulu belum berpulang dan bisa melihat bahwa muridnya dulu berhasil menjadi seorang pemimpin hari ini. Pelayanan generasi memang bukanlah pelayanan yang instan,ini memerlukan waktu yang panjang, kata Pak Hans Geni.

Peresmian gedung TK Imanuel Terpadu, Jlegong
Peresmian gedung TK Imanuel Terpadu, Jlegong

Selama 30 tahun kita melayani desa-desa dan daerah pedalaman, menjangkau yang terabaikan, dan mencari yang terhilang. Kita Memberitakan kabar baik melalui pendidikan, kesehatan, memberdayakan kehidupan masyarakat, dan membawa terang ke pelosok-pelosok negeri sehingga transformasi terjadi di desa-desa.

Tapi zaman berubah, kesadaran kita atas permasalahan di bangsa ini bahwa kita membutuhkan banyak sekali pemimpin benar, karena jika banyak pemimpin benar maka damai sejahteralah negeri ini.

Tuhan telah memimpin pelayanan ini untuk melayani anak-anak di desa, ini adalah suatu bentuk pelayanan mempersiapkan suatu generasi.

Alkitab mengatakan jika orang benar bertambah banyak, maka sukacitalah negeri ini, sebaliknya jika orang fasik memerintah berkeluh-kesahlah rakyat. PESAT mempunyai visi melahirkan 2000 pemimpin benar, mari bersama kita bekerja mendukung pelayanan ini. (tony)